. Media Harian PANA'S

ShareThis

Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese
English French German Spain Italian Dutch

I am a follower

Link Download





Advertisement

Janganlah kau pernah mencari orang yang sempurna untuk kau cintai Namun carilah orang yang pantas untuk kau cintai Lalu cintailah dia dengan cinta yang sempurna(Do you ever find that perfect person for you love But look for people who deserve to love you Then love him with a perfect love)

tinggalkan pesan anda

Aktivitas Organisasi Papua Merdeka di Amsterdam: Berjuang Meraih Dukungan Referendum dari Negara-negara Eropa

Senin, 21 November 2011


Bagi sebagian besar warga Belanda yang tinggal di Belanda, kebebasan berekspresi dan pluralisme merupakan sikap yang dijunjung. Tapi bagi saya, pemasangan bendera OPM di sebuah bangunan ruko di Filiaal 0024 Kalverstraat 71 Amsterdam Belanda ini, merupakan ‘sinyal bahaya’ dalam menjaga keutuhan NKRI.
Di bangunan dua lantai ini terdapat banyak atribut Papua Merdeka. Mulai dari bendera, spanduk, poster, cindera mata dan foto-foto yang mengisahkan perjalanan menuju kemerdekaan Papua. ‘Papua Merdeka’ di sini adalah wilayah propinsi Papua dan Papua Barat di Indonesia (lihat foto).
Ruko ini memang mirip seperti kantor LSM/NGO, yang kerjanya sebagai sarana publikasi. Selain mempublikasikan kegiatan perjalanan Papua Merdeka, kantor ini juga menerima donasi atau sumbangan bagi kegiatan lobi Papua Merdeka di luar negeri, khususnya di Belanda.
Kawasan Kalverstraat ini memang terbilang cukup ramai pengunjung dan wisatawan, karena merupakan pusat bisnis dan wisata. Entahlah, apakah keberadaan kegiatan politik OPM di sini dapat mengganggu aktivitas bisnis di kawasan ini.





Seorang petugas di kantor Papua Merdeka ini mengungkapkan, pihaknya menerima sumbangan dari pihak manapun untuk membantu aktivitas lobi di negara-negara Eropa. Menurut warga asli Amsterdam tersebut, dukungan negara-negara Eropa sangat penting dalam mendukung kemerdekaan propinsi Papua dan Papua Barat.

”Saya berharap Papua dan Papua Barat segera merdeka. Negara-negara Eropa perlu mendukung kami agar pemerintah Indonesia menggelar referendum, untuk menentukan masa depan kedua propinsi tersebut,” kata dia.
Penggagas kantor OPM di Amsterdam ini adalah Boodschap van Benny Wenda. Konon, putra kelahiran Papua itu tinggal di Amsterdam Belanda. Sayang, saya tak dapat bertemu dengan Benny Wenda, untuk bisa mengetahui apa alasan didirikannya kantor Papua Merdeka ini. Selain berkantor di Belanda, OPM juga membuat website di www.freewestpapua.eu
Beberapa waktu lalu, sebuah pertemuan digagas warga Papua di Inggris untuk membahas masa depan Papua. Bertempat di East School of the Examination Schools, 75-81 High Street, Oxford, Inggris, mereka sepakat untuk mendukung penentuan nasib sendiri bagi warga asli Papua. Pada tahun ketiga ini, konferensi mengangkat tema tentang kemerdekaan Papua Barat dengan judul “West Papua: The Road to Freedom“.
Saya jadi teringat komentar petinggi di Jakarta yang menekankan pentingnya dialog dalam mengatasi persoalan di Tanah Papua. Pernyataan ini muncul setelah terjadi bentrok yang memakan korban di Papua saat berlangsungnya Kongres Rakyat Papua.
Mudah-mudahan, laporan pandangan mata saya ini dapat di-follow up oleh pemerintah RI. Pak Menko Polhukam, Pak Menlu dan Pak Menteri Pertahanan harus lebih giat bekerja untuk mengatasi gerakan-gerakan Papua Merdeka di luar negeri.
Jangan sampai gerakan kecil ini menjadi bola salju, sehingga bergema di penjuru Eropa. Jika banyak Negara di luar negeri mendukung kemerdekaan Papua, makan bukan mustahil akan menjadi pressure bagi Pemerintah RI agar segera menggelar referendum. Dan, jika cara-cara seperti ini yang meniru gerakan Timor Timur berhasil, maka bisa jadi propinsi lainnya akan membuka kantor kecil di Eropa, guna meminta dukungan serupa.[ sumber : kompasiana by jackson kumaat ]
| komentar (3)

Perjuangan Papua, Mencari Jati Diri Bangsa


  Sejarah mencatat bahwa 1 desember 1961 adalah kemerdekaan bangsa Papua Barat, upaya perjuangan diplomasi rakyat bangsa Papua sedang bergema dimana-mana. Rakyat Papua Barat tidak meminta segala sesuatu yang baru dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tapi rakyat Papua hanya meminta kejujuran dan pengakuan kemerdekaan Bangsa Papua Barat yang telah di meteraikan.
Pada tanggal 1 Oktober 1962 Papua di serahkan ke tentara United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA), adalah sebuah badan pelaksana sementara PBB yang berada dibawah kekuasaan sekretaris jendral Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam penyerahan status Papua dari Belanda ke tangan UNTEA tanpa keterlibatan orang Papua.
Tepat 1 Mei 1963 tentara UNTEA menyerahkan Papua ke tangan Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ). Tanggal 1 Mei 1963 merupakan awal pertumpahan darah orang-orang Papua di tanah leluhur. 1 Mei merupakan hari pelanggaran Hak Asasi Manusia secara tersistem dan terstruktur yang dilakukan oleh NKRI.
Penentuan Pendapat Rakyat Papua dilaksanakan di bawah todongan senjata, hingga kini boleh di katakan ada unsur paksaan. Pada hari pelaksanaan PEPERA rakyat yang ikutpun di bahwa intimidasi dari pihak aparat, sehingga penyampaian pendapat tidak sesuai dengan hati nurani rakyat.
Beranjak dari itu, apabila rakyat Papua berteriak “Merdeka” di cap sebagai separatis dan ditembak serta dikejar tanpa alasan yang jelas. Mestinya, NKRI merupakan negara demokrasi harus buka ruang demokrasi bagi rakyatnya. Dari karakter bangsa yang tidak membuka ruang demokrasi bagi Rakyat Papua, dengan sendirinya NKRI menganggap wilayah Papua adalah bukan bagian dari Negara Indonesia.
Perjuangan Papua Merdeka tidak akan pernah redah entah kapanpun, bukan berarti separatis dan makar melainkan mencari jati diri Ras Melanesia di balik penderitaan yang bertubi-tubi semenjak Bangsa Papua merdeka dari NKRI.
Segala pelanggaran yang terjadi di Papua baik itu Marginalisasi, pelanggaran HAM, intimidasi serta diskriminasi, akar masalahnya adalah Negara Indonesia belum mengakui secara de facto dan de jure status politik Papua barat, Papua akan damai dan aman apabila Pemerintah mengakui kemerdekaan Bangsa Papua Barat.
Berbagai macam program yang di kucurkan oleh Pemerintah Indonesia baik itu Otonomi khusus (OTSUS) maupun Unit Percepatan Papua dan Papua Barat (UP4B) akan meningkatkan kesejaterahan dan ketertinggalan orang asli papua, namun perlu di ketahui bahwa dengan meningkatnya program-program pemerintah akan meningkat pula segala pelanggaran di tanah Papua.
Dengan demikian, pemerintah perlu membuka ruang dialog antara Pemerintah pusat dengan orang asli Papua (Dialog Jakarta-Papua), di mediasi oleh pihak ketiga yang netral (independent). pihak ketiga bukan berarti LIPI atau orang-orang ternama di Indonesia, melainkan Negara-negara yang independent.[Ones Madai]
| komentar

Dengarlah kami ( JERITAN HATI KAUM TERTINDAS )

Kamis, 20 Oktober 2011

Saat-saat kaki melangkah,
Sejenak hati berfikir tentang keadilan dan pembebasan.
Ketika bangsaku terus dilanda Penindasan,
Ketika rakyat kecil terus dirundung duka,
akibat kelaluan pembrutalanmu.
Ketika semua orang berharap tanya
Mana yang benar dan mana yang salah ?!
Banyak sosok muncul dengan hati yang penuh sakit
Berteriak-teriak hak dan keadilannya
Seharusnya begini dan seharusnya begitu !!
Ternyata semua hanya teori membingungkan
entalah,itu !!!
Di sudut-sudut kota dan pelosok pelosok negeriku,
Rakyat jelata menggeliat Haknya
Anak-anak mulai putus harapan
Ibu-ibu kehilaangan ladang tempat berkebunnya.
Akan kemana kami mencari
Napas kebebsan yang semakin sesak
Angin kehidupan yang mulai hilang
Sungguh tragis dan ironis
kehidupannya terpuruk dalam kekhawatiran
Si awam hanya bertanya
Dosa siapakah ini ?!
Kok kami yang mendapat siksa ???
di atas warisan-warisan nenek moyang kami...
Kami tidak butuh banyak hartamu
Kami tidak butuh banyak berasmu
Kami tidak butuh banyak janji palsumu
kami tidak mau lagi hidup bersamamu
seakan hidup dalam kurungan kandang harimau, di hutan yg belantara.
yang kami inginkan hanyalah kebenasan,
kami igin bebas menentukan nasib hidup sendiri,
di atas tanah warisan nenek moyang kami.
dengarkanlah seruhan kami... 
 Free... Free... Free.....


( salam juang pembebasan By_ Piche Pegedy )
| komentar (2)

Kontras Kecam Pembubaran Kongres Rakyat Papua lll


Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mengecam kekerasan yang dilakukan oleh aparat TNI dan Brimob Polda Papua terhadap peserta Kongres Rakyat Papua III di Abepura, Rabu (19/10/2011).Kordinator Kontras Haris Azhar mengabarkan, sekitar pukul 16.00 Waktu Papua berlangsung penutupan Kongres Rakyat Papua dengan informasi yang beredar via sms menyebutkan keputusan Kongres memilih Presiden Papua: Forkorus Yambosembut, Perdana Menteri : Edison Waromi, bentuk Negara : Republik Federal Papua Barat. Kongres tersebut kemudian diakhiri dengan pembacaan Deklarasi oleh Presiden negara Republik Federal Papua Barat yang terpilih, Forkobus Yambosembut.
"Informasi yang kami terima menyatakan bahwa setelah acara penutupan tersebut, tiba-tiba terdengar suara rentetan yang mengarah ke lokasi pelaksanaan kongres di lapangan sepak bola Sakeus, kampus STFT Padang Bulan Abepura.
Laporan dari saksi di lokasi menyebutkan aparat TNI dari arah bawah lapangan mendekati peserta kongres dan melepaskan tembakan. Lebih dari 1000 orang peserta kongres kemudian lari menyelematkan diri hingga diantaranya ke lokasi seminari tinggi," kata Haris.
Menurut dia, aparat keamanan dari TNI dan Brimob Polda Papua mengejar dan hendak menangkap pelaksana kegiatan Kongres yaitu Selpius Boby dan Forkobus Yambosembut. Aparat Brimob dan TNI menyisir rumah-rumah warga di Padang Bulan, Abepura.
Informasi menyebutkan adanya penangkapan terhadap beberapa orang peserta kongres, mereka dimasukan di mobil baracuda Polisi.  Hingga laporan ini dibuat penangkapan telah dilakukan terhadap lebih dari 100 orang warga Papua yang saat ini berada di Polda Papua untuk menjalani pemeriksaan.
Kontras menilai bahwa TNI/Polri telah melakukan pelanggaran hak atas  kebebasan berekspresi yang dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945 Amandemen II pasal 28E ayat 3 menyatakan: "Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat".
Demikian juga dengan UU no. 12 tahun 2005 tentang pengesahan Konvensi Hak-hak Sipil Politik pasal 21 menyatakan: "Hak untuk berkumpul secara damai harus diakui.
Tidak ada satu pembatasan dapat dikenakan pada pelaksanaan hak tersebut kecuali jika hal tersebut dilakukan berdasarkan hukum, dan diperlukan dalam masyarakat yang demokratis untuk kepentingan keamanan nasional dan keselamatan publik, ketertiban umum, perlindungan terhadap kesehatan atau moral masyarakat, atau perlindungan terhadap hak dan kebebasan orang lain."
Haris mendesak agar Panglima TNI menarik pasukannya dari wilayah kongres diadakan mengingat keberadaannya tidak mendapatkan keputusan politik DPR dan Kapolri agar menghentikan segala bentuk tindakan yang tidak sesuai dengan prosedur hukum kepada masyarakat dan peserta kongres.

VIDEO NEWS LIPUTAN6
Sumber : Kompas.com
| komentar (1)

Jejak Telapak Kaki Yesus di Bukit Zaitun

Rabu, 19 Oktober 2011

Jerusalem: Sejumlah gereja di Jerusalem yang telah berusia ribuan tahun hingga kini masih terawat dengan baik, bahkan ada juga yang berubah fungsi. Kali ini kami ajak Anda ke Bukit Zaitun yang berda di kawasan timur Jerusalem melewati lembah Kidron.

Puncak Bukit Zaitun yang tingginya sekitar 400 meter di atas permukaan laut, menawarkan panorama Kota Jerusalem yang menakjubkan, termasuk kota kuno Jerusalem, bukit bukit Yudea hingga Laut Mati. Puncak Bukit Zaitun bagi umat Kristen dikaitkan dengan beberapa kejadian penting, yaitu Kristus diangkat ke surga dan tempat Yesus mengajarkan Doa Bapa Kami.

Di puncak bukit ini juga masih ada sebuah kapel yang dibangun oleh Kesatria Perang Salib pada abad ke-12. Di kapel ini terdapat jejak telapak kaki Yesus sebelum diangkat ke surga sehingga biasanya di tempat ini dijadikan pusat perayaan Paskah. Kapel kenaikan saat ini sudah menjadi musala dan di atas atapnya terdapat kubah, namun tempat ini tetap terbuka untuk umum dan bagi peziarah dari seluruh dunia.

Selanjutnya ke Gereja Pater Noster yang juga berdekatn dengan Kapel Kenaikan. Di tempat ini Yesus mengajarkan Doa Bapa Kami kepada murid-muridnya.

Pada tahun 1875 dibangun kompleks untuk biarawati Ordo Carmelita dan pada dinding gereja ini terdapat tulisan Doa Bapa Kami dalam lebih dari 100 bahasa di dunia. Menariknya, ada pula dalam bahasa Indonesia, Jawa, Batak, Sunda, Palembang, Paniai ( suku Mee ), dan bahasa Toraja.

VIDEO LIPUTAN
Sumber : liputan6
| komentar

Timnas Putri Tundukkan Singapura 3-1

Selasa, 18 Oktober 2011

Timnas putri Indonesia meraih kemenangan pertama pada Piala AFF di Vientiane, Laos, setelah menumbangkan Singapura dengan skor telak 3-1.

"Hasil pertandingan ini bagus tetapi penampilan tim masih belum maksimal," ujar pelatih Indonesia Bambang Nurdiansyah seperti yang dikutip dari situs resmi AFF, Selasa.

Sebelumnya, di partai perdana, Indonesia harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan sebelas gol tanpa balas. Pada Partai lain, Vietnam mengalahkan Singapura 9-1.

Partai selanjutnya, Indonesia akan bertemu Vietnam pada Kamis (20/10) pada pukul 19.00 waktu setempat. Sedangkan pada laga lain, Laos bertemu Singapura.

Berikut adalah Skuad Timnas Indonesia pada ajang AFF Women Championship 2011:

Penjaga Gawang:
Kokom Komala, Deasy Rumere, Norvince Boma.

Pemain Belakang:
Elisabeth Payokwa, Yaruna Wenda, Nova Yigibalom, Dopemina Kgoya, Karlin, Sri Yulianti.

Pemain Tengah:
Yudith Sada, Rullin Aspalek, Regina Wanda, Desi Amalia, Dian Mutiara.

Pemain Depan:
Meyland Saironsong, Lita Tuasikal, Feibe Pekey, Heni Yigibalon, Diana Tebay, Susi Susanti.


sumber : bola.net
| komentar

PANA’S PARTY II AKAN TERSELENGGARA

Kamis, 13 Oktober 2011


 Untuk menyongsong Hari Natal tanggal 25 Desember merupakan, momentum yang sangat bersejarah bagi umat Kristiani di Seluruh Dunia yang mana, melakukan berbagai persiapan untuk menantikan kelahiran Sang Penyelemat yaitu Yesus Kristus di muka bumi.

Dalam menyonsong hari besar ini keluarga besar Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nabire, Paniai, Dogiyai dan Deiyai ( IPMANAPADODE) kota study surabaya, telah melakukan berbagai macam kegiatan. Kegiatan yang telah di lakukan oleh Panitia Pelaksana Natal di antaranya, B2, RW serta rombeng. Kegiatan – kegiatan tersebut guna mencari dana persiapan tanggal 25 Desember yang akan datang ini.

Untuk mendukung upaya yang di lakukan oleh Panitia pelaksan Natal, Salah satu kegiatan yang akan di laksanakan oleh Ikatan ini adalah Pana’s Party II dan door prize. Pana’s Party dan Door Prize  tersebut akan di laksanakan pada sabtu 15 Oktober 2011 di Asrama Papua jam 19.00 Wib sampai selesai.

“Dalam pana’s party II kami turut mengundang semua paguyuban-paguyuban Papua yang ada di kota study surabaya” Ungkap Ketua Panitia Melpen Yogi.

“ Kehadiran anda lanjut ketua Panitia, merupakan salah satu kepedulian serta kekompakan dalam solidaritas Paguyuban-Paguyuban Papua di kota Study Surabaya”.

Untuk mendukung kegiatan ini berjalan secara optimal tidak terlepas dari kebersamaan dan kekompakan serta intervensi dari Semua mahasiswa-mahasiswi Pana’s di kota study surabaya.

“Kami sedang berusaha untuk membagi selebaran serta surat undangan ke paguyuban-paguyuban agar mereka pun bisa terlibat dalam acara ini” Ujar penanggung jawab Pana’s Party II Frans Madai

Lanjut Frans Madai“ dalam acara tersebut kami dari Panitia pelaksana Pana’s Party sedang siapkan karcis masuk dengan harga Rp 10.000 dan Jualan Stiker yang belum pernah jumpai di pasaran lingkungan sekitar kita, dengan harga yang bisa di jangkau”

Dalam waktu yang berbedah ketika media Pana’s menghubungi Badan Pengurus Harian (BPH) IPMANAPADODE, Mesak Pekei via Handphone mengutarakan bahwa” Harapan kami bahwa, Pana’s Party II ini akan berjalan dengan aman, tertib dan terkendali karena kami sedang persiapkan serta membagi tugas mengamankan tempat acara  saat berlangsung. ( Ones Madai)

profil kepanitiaan Klik di sini
| komentar (1)
 
© Copyright Media Harian PANA'S 2011 - Some rights reserved | Powered by www.ipmanapadodesby.co.cc.
Template Design by TAKIMAIBOO PICHE | Published by PEGEDY and TIGIDOO VOICE